Omzet Pasar Tradisional di Kota Bandung Turun 30%
4 June 2012, 18:59
BANDUNG (bisnis-jabar.com): PD Pasar Bermartabat menilai menjamurnya pasar modern dan pedagang kaki lima di tiap titik strategis dapat menurunkan omzet pasar tradisional di Kota Bandung sekitar 20% hingga 30%.
Humas PD Pasar Bermartabat Anthony Daulay mengatakan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung harus segera ditertibkan sehingga kondisi persaingan yang sehat bisa terus terjaga.
“Dalam 3 tahun terakhir ini, omset kami mengalami grafik yang fluktuatif, selain itu target pun selalu meleset,” katanya kepada Bisnis di ruangannya, Senin 4 Juni 2012.
Berdasarkan data PD Pasar Bermartabat, realisasi pendapatan PD Pasar Bermartabat pada 2008 sebesar Rp5,5 miliar, untuk 2009 sebesar Rp6,95 miliar, pada 2010 sebesar Rp6,7 miliar dan 2011 sebesar Rp7,6 miliar.
Selain ituDia mengatakan jumlah tingkat isi pasar di Kota Bandung periode 2011-2012 sebesar 17.584 unit , turun sekitar 20% dibandingkan tahun lalu sebesar 21.944 unit dari jumlah unit keseluruhan sekitar 25.252 unit.
Menurutnya banyak pedagang pasar yang beralih menjadi PKL karena lebih menguntungkan, seperti tidak adanya retribusi pemeliharaan, sewa kios hingga tempat lebih strategis dibandingkan posisi pasar di kota. Selain itu, katanya sarana dan prasarana pasar yang masih tidak kunjung membaik pun ikut berandil besar terhadap peralihan pedagang ini.
“Tingkat isi lapak di pasar kira-kira sekitar 70%, dan ini cenderung menurun sehingga dapat mengganggu stabilisasi pasar tradisional,” ujarnya. (k23/yri)
(Sumber: bisnis-jabar.com)




