KOMUNITAS ALEUT: Wisata sejarah di Bandung cuma Rp10.000 loh!

19 February 2012, 16:49


Ken Andari & Tiara Syahra

Belajar sejarah di sekolah terdengar sebagai seuatu yang membosankan dan bikin jenuh. Murid duduk di ruang kelas dan diberikan materi pelajaran yang diceritakan oleh guru. Cara itu, tentunya membuat murid menjadi ngantuk dan kurang memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru.

Sekarang belajar sejarah tidak lagi sekuno itu. Salah satu komunitas apresiasi sejarah di Bandung mengajak masyarakat untuk belajar sejarah bersama, sambil jalan-jalan di sekeliling Kota Bandung, yang menamakan dirinya sebagai komunitas Aleut.

Minggu pagi (19/1), sejak pukul 08.00 WIB sekitar 50 pegiat Aleut berkumpul di depan gedung Landmark Jalan Braga. Mereka semua akan ‘berpetualang’ untuk menemukan toko-toko buku tua dan tempat percetakan tua di sekitar Braga, Naripan hingga Cikapundung.

Mereka tampak semangat berjalan kaki menyusuri jalanan untuk menghampiri sejumlah tempat yang akan ditujunya. Perjalanan itu dipandu para koordinator Aleut (interpreter) yang bertugas sebagai ‘pemandu wisata’ yaitu menceritakan sejarah dari bangunan dan jalanan yang dikunjunginya.

Menurut salah satu koordinator komunitas Aluet, Reza Ramadhan, Aleut sendiri diambil dari bahasa Sunda yang berarti berjalan beriringan.

“Aleut artinya berjalan beriringan, jadi para pegiat Aleut itu jalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya yang mempunyai nilai sejarah,” katanya kepada bisnis-jabar.

Komunitas yang telah berdiri sejak 2006 ini merupakan inisiatif dari beberapa mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sekarang Aleut diurus oleh anak-anak muda dari berbagai universitas di Kota Bandung.

Komunitas pengapresiasi budaya dan sejarah Bandung ini merupakan komunitas non-profit. Mereka memiliki cita-cita luhur untuk mengajak masyarakat, khususnya di Bandung, untuk mencintai kota tinggal mereka dengan mengetahui cerita-cerita berharga yang tersimpan di baliknya.

Setiap minggunya ada tema-tema sejarah yang berbeda dari Aleut seperti Kuburan Tua, Gedung Sate, Braga, dan berbagai tempat lainnya.

Reza menambahkan, para pegiat yang ingin ikut berwisata, sambil belajar budaya dan sejarah bersama Aleut, cukup mengeluarkan biaya Rp10.000 sebagai pengganti pembuatan pin dan biaya SMS Jarkom selama setahun. Tentu jumlah uang tersebut tidak seberapa dengan ilmu yang didapatkan.

Tak sdikit warga Bandung yang tertarik dengan paket wisata edukasi nan hemat itu. Di antaranya pegiat Aleut yang ikut dalam rombongan adalah sepasang suami-istri Arif dan Susan sengaja membawa dua buah hati mereka yang masih berusia 8 dan 4 tahun.  Pasangan ini, sadar bahwa anak-anak perlu diperkenalkan sejarah sejak dini.

“Anak-anak memang senang jalan-jalan kayak gini, mereka ga suka ke mal. Selain itu, kami ingin memperkenalkan sejarah sejak usia dini kepada mereka,”kata Susan.

Kegiatan yang dilakukan Aleut sendiri merupakan bentuk penghargaan kepada situs budaya dan sejarah yang ada di Kota Bandung dengan cara bercerita dan menularkan ilmu-ilmu mengenai sejarah kepada pegiat.

Mereka berharap dengan transfer informasi yang mereka lakukan juga dapat ditiru oleh para pegiat untuk bisa mentransfer lagi ke orang-orang  terdekatnya maupun warga umumnya.  (fsi)

Komunitas Aleut
Sekertariat : Jalan Sumur Bandung Nomor 4
Kontak: 08122173896
Facebook : Komunitas Aleut

(Sumber: bisnis-jabar.com)